Makanan dan Minuman Penghuni Neraka

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Allah Swt berfirman,
“Sungguh, pohon zaqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berdosa. (la) bagai kotoran yang mendidih di dalam perut. Bagaikan air mendidih yang sangat panas.” (Ad-Dukhân [44): 43-46)
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon Zaqum. Sungguh, Kami menjadikan pohon zaqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang zhalim. Sungguh, itu adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala, mayangnya seperti kepala-kepala setan. Oleh karena itu, sungguh mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu mereka mememuhi perutnya dengan buah zaqum itu kemudian setelah makan Buah pohon zaqum itu niscaya mereka makan mendapatkan minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas, Kemudian tempat kembali mereka benar-benar ke Neraka jahim. (Ash Shâffât [37: 62-68)
“Kemudian sungguh, kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan. Benar-benar akan memakan pohon zaqum. Mereka akan memenuhi perutnya dengan pohon tersebut. Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Kamu akan minum seperti unta yang sangat kehausan. Itulah hidangan bagi mereka pada Hari Pembalasan. Kami telah menciptakanmu, mengapa kamu tidak membenarkan (Hari kebangkitan?)” (Al-Wàqi’ah [56): 51-57)
“.. dan Kami tidak menjadikan nimpi-mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk (Zaqum) dalam Al-Qur’an. Kami menakut-nakuti mereka, namun yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka”(Al-Isrä [17: 60).
Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban dalam kitab sahihnya (As Sajaratul Mal unah-pohon yg terkutuk) meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad membaca ayat,
.. bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (Ali Tmrân 3: 102)
Beliau pun bersabda,
Andaikata sepotong pohon zaqum dijatuhkan di dunia, niscaya ia akan merusak seluruh kehidupan yang ada di dunia, lalu bagaimana dengan mereka yang memakannya?”
Tirmidzi berkata, “Hadits tersebut shahih, dalam riwayat lain juga diriwayatkan secara mauquf kepada Ibnu Abbas.”
Ibnu Ishaq berkata: Hakim bin Hakim bercerita kepadaku, dari lkrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ketika Rasulullah bercerita tentang pohon zaqum, Abu Jahal berkata, Muhammad hanya menakuti-nakuti kita, wahai orang-orang Quraisy apakah kalian mengetahui apa itu pohon zaqum yang digunakan Muhammad untuk menakuti kita? Mereka menjawab, “Tidak : Abu jahal berkata, Itu adalah kurma Madinah dengan mentega. Demi Allah, jika kita mendapatkannya, kita akan benar-benar menelannya dengan nikmat
Kemudian turunlah firman Allah,
“Sungguh, pohon zaqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berdosa (Ad-Dukhån [44:43-44)
Untuk membantah perkataan Abu Jahal. Allah juga berfrman.
. … pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Qur’a dan Kami menakut-nakuti mereka, namun yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.” (Al-Isrã [17:60)
Abdurazaq Berkata Dari Mamar dari Qatadah mengenai firman Allah
.siksaan bagi orang-orang yang zhalim.” (Ash-Shâffåt (37: 63)
Ia berkata, mereka semakin berdusta ketika disampaikan kepada mereka bahwa di neraka terdapat pohon. la juga berkata, “Dikabarkan kepada mereka bahwa di neraka terdapat pohon, sedangkan api neraka dapat membakar pohon. Dlikabarkan Juga bahwa makanannya dari api”
Telah disebutkan dari Ibnu Abas bahwa pohon zaqum itu tumbuh di dasar Neraka Saqar.
Diriwayatkan dari Hasan bahwa akar pohon zaqum itu terletak di palung Neraka jahanam sedang cabang-cabangnya merambat naik melalui jurangnya.
Salam bin Miskin berkata: Aku mendengar Hasan membaca ayat,
“Sungguh, pohon zaqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berdosa. (la) bagai kotoran yang mendidih di dalam perut. Bagaikan air mendidih yang sangat panas” (Ad-Dukhân [22: 43-46)
la berkata, “Sungguh, ia terbakar oleh api Neraka Jahanam”.
Mughirah meriwayatkan dari Ibrahim dan Abi Razin mengenai firman Allah , al muhli yaghli fil buthûn (bagaikan kotoran yang mendidih didalam perut), ia berkata, “Maksud dari firman Allah tersebut adalah pohon yang menyala.”
Ja’far bin Sulaiman berkata: Aku mendengar Abu Imran Al-Jauni berkata,
“Telah dikabarkan kepada kami bahwa para penghuni neraka tidak memakan satu bagian dari pohon zaqum kecuali bagian tersebut akan memakannya (membakar)’
Al-Quran telah mengabarkan bahwa mereka akan memakan pohon zaqum itu hingga perut mereka penuh dan terbakar olehnya. Minuman mereka adalah air mendidih yang sangat panas. Setelah mereka memakan pohon zaqum, mereka akan meminum air mendidih, layaknya orang yang kehausan.
Dalam riwayat dari Ali bin Abi Thalhah, Ibnu Abbas berkata, “Maksud dari kehausan di sini adalah mereka kehausan layaknya unta yang kehausan.
Sa’di berkata, ” “ltu adalah penyakit yang diderita oleh unta dan tidak tersembuhkan hingga mati. Demikian pula penghuni neraka, dahaga mereka tidak akan pernah terobati dengan meminum air panas yang mendidih.
Mengenai hal itu Mujahid juga meriwayatkan hal yang serupa.
Dhahak meriwayatkan mengenai firman Allah ,
“. layaknya unta yang (kehausan) minum.” (Al-Wâqi’ah [56]: 55)
la berkata, “Sebagian orang Arab ada yang menafsirkannya dengan hewan buas. Ada juga yang menafsirkannya dengan unta yang kehausan” Kedua pendapat tersebut telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas.
Allah berfirman,
“Kemudian sungguh, setelah makan (buah Zaqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas” (Ash-Shaffat [37]: 67).
Ayat di atas menunjukan bahwa air mendidih yang sangat panas itu akan dicampurkan dengan pohon zaqum di dalam perut mereka, hingga tercampurlah keduanya dalam perut para penghuni neraka.
Atha’ Al-Khurasani mengenai ayat tersebut juga berkata, “Makanan mereka dicampur dengan air mendidih yang sangat panas.”
Qatadah berkata, “Maksud dari minuman yang bercampur adalah makanan yang dicampurkan dengan air mendidih yang sangat panas.
Sa’id bin Jubair berpendapat, “Apabila para penghuni neraka merasa kelaparan, mereka akan meminta makan hingga mereka diberi pohon zaqum. Ketika mereka memakannya, seketika itu kulit wajah mereka terkelupas. Andaikat ada seseorang yang melewatinya, orang tersebut akan mengetahui mereka karena bau busuk kulit wajah. Ketika mereka memakan pohon zaqum, mereka akan ditimpa kehausan. Mereka pun meminta minum dan kemudian diberikan air yang mendidih. Maksud dari air mendidih adalah air yang telah memuncak panasnya. Ketika air tersebut didekatkan ke wajah mereka, seketika itu wajah mereka hangus terbakar. Tentu saja air itu akan meleburkan apa yang ada dalam perut mereka. Mereka dicambuk dengan besi hingga terlepaslah tiap anggota tubuh mereka di hadapan mereka sendiri, mereka pun menjerit berteriak mengharapkan kebinasaan.
Allah berfirman,
“Kemudian sungguh, tempat kembali mereka adalah benar-benar menuju Neraka Jahim.” (Ash-Shâffât [37]: 68)
Maksud ayat tersebut adalah mereka kembali setelah memakan pohon zaqum dan meminum air mendidih yang sangat panas.
Ayat ini menunjukkan bahwa air yang mendidih dan sangat panas tersebut berada di luar Neraka jahim mereka digiring sebagaimana unta digiring menuju oasis (air yg ada di tengah gurun). Kemudian mereka digiring menuju neraka. Sebagaimana juga’ yang dijelaskan Allah dalam ayat yang lain,
“Inilah Neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa. Mereka berkeliling di sana dan di antara air panas yang mendidih (Ar-Rahmân [55: 43-44)
Maknanya adalah penghuni neraka berputar-putar di antara neraka dan air mendidih yang sangat panas. Sesekali menuju api neraka dan sesekali menuju air mendidih yang sangat panas. Pendapat ini disampaikan oleh Qatadah, Ibnu Juraij, dan lainnya.
Qarzhi berkata mengenai ayat berikut,
“Mereka berkeliling di sana dan di antara air panas yang mendidih” (Ar-Rahmân [55]: 44)
la berkata: Sungguh, air mendidih tersebut tidak menyatu dengan neraka maka seorang hamba penghuni neraka ditarik ubun-ubunnya dan dilemparkan ke arah air mendidih tersebut sampai kulitnya terkelupas dan meleleh sampai hanya tersisa tulang dan kedua matanya. Inilah yang dimaksud firman Allah,
Di air mendidih yang sangat panas, kemudian di dalam api neraka mereka akan dibakar. (AI-Mu’min [40]: 72).
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh
Sumber : Dahsyatnya adzab neraka Ibnu Rajab Alhambali

Comments

Popular posts from this blog

Hukum Merayakan Tahun Baru Bagi Muslim - Ust. Abdul Somad

Curhat Saja Kepada Sang Khaliq